5 Game JRPG Underrated Terbaik yang Layak Memperoleh Sekuel

Waralaba JRPG tersohor sekelas Final Fantasy maupun Dragon Quest tentu tidak pernah gagal memberikan kepuasan mendalam bagi para penikmat game saat dimainkan. Walau demikian, linimasa industri game global turut memperlihatkan jejak panjang sejumlah judul istimewa yang justru bernasib kurang mujur dan terlupakan akibat rendahnya angka penjualan kala pertama kali meluncur ke pasaran.

Pilihan JRPG Kurang Populer Selain Final Fantasy dan Dragon Quest

Bila dieksplorasi secara saksama, karya-karya ini pada hakikatnya memuat mekanisme gameplay yang teramat inovatif, perumusan narasi yang sangat kaya, serta prospek menjadi seri raksasa seandainya para developer bersama penerbit bersedia menghadirkan kesempatan berikutnya lewat pengembangan proyek sekuel di platform generasi anyar.

1. The Last Story

Dibidani langsung oleh kreator utama Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi, permainan yang diluncurkan untuk Nintendo Wii ini menyuguhkan gebrakan segar pada ranah JRPG. Desain pertarungannya memadukan unsur cover shooter, strategi kelompok, serta pemanfaatan area sekitar yang sangat responsif.

Kisah percintaan dan aksi perjuangan sekelompok tentara bayaran di Kota Lazulis tersaji begitu padat tanpa menyisakan momen yang menjemukan. Amat disayangkan apabila keunggulan sistem pertempuran taktis semacam ini mandek begitu saja tanpa kehadiran kelanjutan kisahnya pada konsol generasi masa kini.

2. Radiata Stories

Karya buatan Tri-Ace di masa keemasan konsol PS2 ini mengusung sistem simulasi kehidupan lingkungan yang sangat dinamis pada masanya. Seluruh NPC dari total ratusan figur di dalam semesta permainan mengusung rutinitas mandiri, mulai dari terjaga di pagi hari, menunaikan pekerjaan, hingga nongkrong di kedai kala malam tiba. Langkah pemain memilih kubu bangsa manusia ataupun golongan non-human turut mengubah haluan alur cerita secara total.

Dinamika pertikaian politik yang berbobot dibalut sistem aksi real-time yang memikat menjadikan kenyataan nir-sekuel dari game ini bak ketidakadilan besar dalam kancah industri video game.

3. The World Ends with You

Kendati pernah menghadirkan seri kelanjutan bertajuk NEO, potensi semesta distrik Shibuya beserta pola permainannya yang sarat kultur pop metropolitan tetap menyimpan ruang eksplorasi yang amat meluas. Pola bertarung berbasis inventaris lencana beragam kemampuan unik menyuguhkan sensasi tersendiri yang sangat berlainan dari standar JRPG konvensional.

Rentang waktu terlampau jauh antara rilisan perdana dan edisi keduanya menyebabkan popularitas waralaba ini telanjur meredup di kalangan khalayak pemain arus utama. Padahal, tatanan dunia serta formula Reapers’ Game pada kota-kota metropolitan internasional lainnya menyimpan potensi luar biasa guna diolah menjadi seri sekuel termutakhir yang tidak kalah memikat.

4. Resonance of Fate

Bila merasa jenuh akan sajian pedang serta sihir fantasi tradisional, judul ini menghadirkan pertempuran berfokus pada senjata api lewat pengarahan gaya sinematik setara film laga blockbuster Hollywood. Para pemain leluasa memetakan lintasan manuver tokoh sambil melompati kawanan musuh dan melesakkan rentetan peluru menggunakan mekanisme gerak lambat yang amat memukau.

Fitur perakitan senjata yang tergolong rumit sekaligus liar justru bertindak selaku daya pikat utama yang mendorong para pemain tekun bereksperimen. Sayangnya, tingkatan kesulitan yang teramat curam menjadikan permainan ini kurang diminati pasar pemain kasual sehingga proyek sekuelnya tidak sempat terealisasi sama sekali.

5. Vagrant Story

Square Enix sempat merilis mahakarya bernuansa fantasi gelap yang teramat matang melalui permainan legendaris era konsol PS1 ini. Berbeda dari format rombongan party, pemain menyusuri puing-puing kota reruntuhan Leá Monde seorang diri berbekal sistem pembidikan anatomi tubuh musuh yang presisi dan kompleks.

Sentuhan penuturan kisah teatrikal layaknya pertunjukan drama panggung klasik didukung kualitas visual tiga dimensi yang melompati era zamannya menjadikan karya ini senantiasa dirindukan. Kehadiran sekuel berbalut polesan grafis modern pastilah berwujud pemenuhan impian berharga bagi barisan pendukung setianya.

Itulah rangkaian judul game JRPG berstatus underrated yang sebenarnya amat pantas memperoleh seri lanjutan pada era modern saat ini. Apakah terdapat judul rilisan JRPG lainnya yang menurut pandanganmu masih layak? Silakan sampaikan opini terbaik milikmu brott!

Temukan kabar menarik di Gamebrott seputar Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah menghibur garapan Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Scroll to Top