Pada masa sekarang, keberadaan game simulasi kemudi memang sudah menjadi hal yang sangat lumrah ditemui. Sejumlah judul terkemuka semisal Euro Truck Simulator serta Bus Simulator bahkan sukses merebut hati banyak gamer di berbagai penjuru dunia. Akan tetapi, pernahkah kamu membayangkan keberadaan sebuah permainan digital yang sengaja dirancang sedemikian rupa agar menjadi karya paling menjemukan, datar, dan benar-benar menguji batas kesabaran pemainnya sepanjang sejarah industri interaktif?
Karya tersebut tidak lain adalah Desert Bus, sebuah judul simulasi kemudi bus yang begitu konyol sehingga sangat pantas menyandang predikat lelucon paling membosankan di jagat raya. Lantas, seperti apa sebenarnya konsep di balik permainan unik ini?
Simulasi Bus Tanpa Keseruan yang Bertransformasi Menjadi Gerakan Donasi
Bukannya menghadirkan adu kecepatan sengit selayaknya seri Need for Speed atau ketegangan berkendara yang memompa darah, Desert Bus hanya menuntut pemain mengendalikan bus umum usang melintasi rute Tucson menuju Las Vegas melalui bentangan padang pasir gersang. Perjalanan tersebut wajib diselesaikan sesuai waktu nyata selama delapan jam penuh tanpa jeda, sama sekali hampa dari panorama memikat, tanpa alunan musik dari radio, sepi dari kendaraan lain, bahkan tidak memiliki belokan jalan yang curam sekalipun.
Hal yang paling menggelikan, seandainya kamu mampu menuntaskan rintangan visual yang melelahkan ini sampai ke tujuan akhir, permainan hanya bakal menghadiahi perolehan 1 poin saja disertai tawaran untuk mengemudi kembali ke arah asal selama delapan jam berikutnya.
Lalu, hal apa yang membikin proyek simulasi kendaraan yang luar biasa ganjil ini mendadak melegenda di mata para pencinta game internasional? Kuncinya tersimpan pada rancangan mekanisme permainan yang sengaja diciptakan menyiksa oleh perancangnya. Bus yang kamu jalankan dibatasi lajunya pada batas maksimal 45 mil per jam, ditambah mekanisme setir yang sengaja disetel condong mengarah ke sisi kanan.
Kondisi ini memastikan pemain dilarang sekadar menindih tombol akselerator lantas beranjak tidur atau menyeduh semangkuk mi instan, mengingat posisi bus perlahan bakal menyerong ke bahu jalan. Jika roda bus sampai menyentuh pasir tepian jalan barang sejengkal saja, mesinnya langsung mati dan kamu terpaksa menanti kedatangan armada derek sesuai durasi waktu nyata untuk ditarik pulang ke lokasi awal keberangkatan tanpa kompromi.
Permainan Paling Menjemukan yang Rutin Mengumpulkan Dana Kemanusiaan
Keunikan yang dimiliki Desert Bus nyatanya tidak berhenti sampai di sana. Tidak ada yang menduga apabila permainan yang mulanya ditujukan sebagai bahan sindiran terhadap para pengkritik justru beralih rupa menjadi simbol kebajikan yang amat luar biasa. Tepat pada tahun 2007, sebuah kelompok seniman komedi bernama LoadingReadyRun berinisiatif menghimpun dana sosial melalui agenda bermain Desert Bus secara maraton lewat kegiatan bertajuk “Desert Bus for Hope”.
Kian deras sokongan donasi yang disalurkan para penonton dari pelbagai belahan bumi, kian bertambah panjang pula kewajiban para pemain ini mengarungi aspal di dalam game. Siapa yang mengira bahwa dari sebuah permainan buruk yang amat menjemukan, kebersamaan komunitas berhasil menghimpun sumbangan bernilai jutaan Dolar yang diserahkan kepada yayasan amal anak-anak bernama Child’s Play secara konsisten setiap tahunnya.
Desert Bus memberikan bukti nyata bahwa sebuah permainan tidak senantiasa harus terlihat sempurna maupun elok guna menorehkan pengaruh berharga dalam industri kreatif. Bermula dari lelucon yang sengaja dibikin cacat serta menyiksa batin, ia mampu berevolusi menjadi sarana pemersatu para pemain untuk menyebarkan kebaikan nyata bagi kehidupan. Nah, seandainya kamu sendiri ditantang menyetir bus lurus selama delapan jam tanpa henti demi misi amal kemanusiaan, kira-kira sanggupkah kamu bertahan?
Temukan kabar menarik lainnya di Gamebrott seputar Tech atau sajian artikel sejenis karya Andi. Hubungi kami via [email protected].
