Metode Ray Tracing mutakhir dari AMD belum lama ini menorehkan lompatan teknologi penting yang berpeluang merevolusi cara gim modern dirender secara langsung. Lewat proyek riset terkini berlabel tetrahedral cage, produsen perangkat keras asal Amerika ini sukses memangkas kebutuhan memori grafis beserta beban komputasi penelusuran cahaya secara masif tanpa merusak kejernihan tampilan. Benarkah klaim tersebut?
Benarkah Metode Ray Tracing Anyar AMD Mampu Hemat VRAM?
Pengembangan sistem Ray Tracing terkini milik AMD ini terbukti sanggup menekan alokasi pemakaian VRAM secara fantastis. Dalam pendekatan rendering konvensional, setiap model yang bergerak di dalam permainan wajib meregenerasi struktur akselerasi Bounding Volume Hierarchy atau BVH tanpa henti. Mekanisme tersebut menghabiskan kapasitas memori yang luar biasa banyak dan membebani kartu grafis saat mengolah elemen rumit seperti helai rumput, rimbunnya dedaunan, hingga kepadatan karakter.
Melalui implementasi tetrahedral cage, AMD menyelimuti geometri objek yang sukar ke dalam sangkar deformasi yang jauh lebih simpel. Ketimbang memperbarui masing-masing titik koordinat objek secara terpisah, komputasi cuma dituntut menggerakkan sangkar luarnya. Dampaknya sangat signifikan, di mana alokasi memori BVH yang mulanya menembus angka 80 GB sanggup diciutkan secara ekstrem menuju hanya 1,7 GB saja.
Eksperimen pengujian yang dipacu memakai kartu grafis Radeon RX 9070 XT membuktikan bahwa mekanisme Ray Tracing mutakhir racikan AMD ini mampu melibas proses rendering 500 juta poligon bergerak mulus melampaui 60 FPS pada resolusi 1080p.
Kendati statusnya masih berupa prototipe riset dan belum disuntikkan secara komersial ke judul gim retail, terobosan tersebut menghadirkan prospek cerah bagi industri video game PC ke depan. Para developer kelak bisa merancang semesta gim yang kian hidup dan kompleks tanpa membebani para gamer dengan kewajiban memiliki kartu grafis berkapasitas VRAM masif, brott!
Simak pula kumpulan kabar teknologi menarik seputar Tech dari Gamebrott atau tulisan lain karya Bima. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, silakan hubungi tim kami via [email protected].
