Dua raksasa industri musik global, Sony Music Entertainment beserta Universal Music, kembali mengajukan tuntutan hukum terhadap startup Suno pada Jumat lalu. Tindakan hukum teranyar ini dipicu oleh peluncuran varian model kecerdasan buatan teranyar dari Suno.
Peluncuran Model Teranyar Suno AI Picu Gugatan Lanjutan Sony dan Universal
Berkas tuntutan resmi dari kedua korporasi rekaman tersebut didaftarkan pada Pengadilan Distrik AS untuk wilayah Massachusetts terhadap Suno AI. Berdasarkan warta dari Variety, tuntutan tersebut menegaskan dugaan bahwa model termutakhir Suno bernama V6 tetap menyalahi hak kekayaan intelektual milik Sony serta Universal.
Kendati Suno menyatakan varian terkininya bebas dari pemakaian data berhak cipta, pihak penggugat meyakini sistem tersebut sejatinya tetap dilatih memakai fondasi model terdahulu. Oleh karena itu, kedua label mengibaratkan pembaruan tersebut sebagai “buah yang berasal dari pohon busuk yang sama”.
Pada periode terdahulu, Suno memang sempat memperoleh tuntutan serupa dari tiga konglomerat rekaman, yaitu Sony, Warner, serta Universal pada Juni 2024 lalu. Kendati Warner Music Group akhirnya membatalkan tuntutan mereka, Sony dan Universal tetap memilih meneruskan perkara hukum tersebut.
Sekarang, kedua pihak melayangkan ancaman hukum berikutnya yang menuding Suno kembali merampas hak cipta lewat rilis model V6. Label musik bersangkutan menuntut biaya kompensasi ganti rugi sekaligus menuntut Suno menanggung segenap biaya kuasa hukum mereka.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]
